#(0362) 21424
banjarjawa2020@gmail.com
Kelurahan Banjar Jawa

LURAH BANJAR JAWA IKUTI RAPAT PERSIAPAN MONITORING PENDISTRIBUSIAN BBM DAN PENGATURAN GANJIL-GENAP DI KECAMATAN BULELENG

Admin kelurahanbanjarjawa | 17 Oktober 2026 | 67 kali

Banjar Jawa (17/10/2026) – Lurah Banjar Jawa, Nyoman Artadana, S.Akun., mengikuti rapat tim Kecamatan Buleleng dalam rangka persiapan pelaksanaan monitoring pendistribusian bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Kecamatan Buleleng. Rapat yang dilaksanakan di Rumah Jabatan Camat Buleleng tersebut menjadi forum koordinasi untuk membahas langkah-langkah strategis dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan kelancaran masyarakat saat mengantre BBM.

Kegiatan ini dihadiri oleh Camat Buleleng, Putu Gopi Suparnaca, S.Sos.; Lurah Banjar Jawa, Nyoman Artadana, S.Akun.; Kasi Pemerintahan Kelurahan Kaliuntu, Komang Satriana, S.Sos.; Lurah Banyuasri, Nyoman Merta Sweca, S.E.; Lurah Penarukan, Desak Made Susanti, S.Sos.; serta Kepala Seksi Ketenteraman, Ketertiban dan Satuan Polisi Pamong Praja Kecamatan Buleleng, Amin Rois, S.Hut.

Dalam rapat tersebut, pembahasan difokuskan pada teknis pelaksanaan monitoring pendistribusian BBM di masing-masing wilayah kelurahan, termasuk langkah-langkah yang perlu dipersiapkan untuk mengantisipasi antrean panjang kendaraan, menjaga kelancaran arus lalu lintas, serta menciptakan situasi yang aman dan kondusif di sekitar SPBU.

Selain membahas mekanisme pemantauan dan pengamanan, rapat juga membicarakan Surat Gubernur Bali Nomor B.21.500.1/16673/V/DISNAKER.ESDM mengenai pengaturan ganjil-genap bagi kendaraan yang melakukan pembelian BBM berdasarkan angka terakhir pada pelat nomor kendaraan. Pengaturan tersebut menjadi salah satu hal yang perlu dikoordinasikan lebih lanjut guna mendukung ketertiban antrean dan kelancaran proses pelayanan BBM kepada masyarakat.

Penerapan pengaturan ganjil-genap memerlukan penyampaian informasi yang jelas kepada masyarakat, termasuk mengenai ketentuan angka pelat nomor yang berlaku, waktu pelaksanaan, serta lokasi SPBU yang menerapkan kebijakan tersebut. Dengan demikian, masyarakat dapat mengetahui ketentuan yang berlaku sebelum menuju SPBU dan menyesuaikan waktu pembelian BBM sesuai aturan resmi yang ditetapkan oleh pihak berwenang.

Rapat tersebut juga membahas skema penjagaan dan pembagian jadwal pemantauan secara berkelanjutan, mulai dari pagi hari hingga SPBU tutup. Pemantauan ini diharapkan dapat membantu petugas mengetahui perkembangan antrean kendaraan, kondisi lalu lintas, serta situasi keamanan dan ketertiban di sekitar SPBU selama operasional berlangsung.

Lurah Banjar Jawa, Nyoman Artadana, S.Akun., menyampaikan bahwa koordinasi antara pemerintah kecamatan dan pemerintah kelurahan menjadi bagian penting dalam mempersiapkan pelaksanaan monitoring di lapangan.

“Melalui rapat koordinasi ini, kami dapat menyamakan persepsi dan mempersiapkan langkah-langkah yang diperlukan untuk menjaga situasi di sekitar SPBU tetap aman, tertib, dan kondusif. Kami juga perlu memastikan bahwa informasi mengenai mekanisme pembelian BBM, termasuk apabila diberlakukan pengaturan ganjil-genap, dapat tersampaikan dengan jelas kepada masyarakat agar pelaksanaannya berjalan tertib dan tidak menimbulkan kebingungan,” ungkapnya.

Partisipasi Lurah Banjar Jawa dalam rapat tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap sinergi lintas wilayah dalam menghadapi dinamika pendistribusian BBM. Melalui persiapan yang terkoordinasi, pelaksanaan monitoring diharapkan mampu mendukung kelancaran lalu lintas, ketertiban antrean, serta kenyamanan masyarakat yang melakukan pembelian BBM di wilayah Kecamatan Buleleng.

Pemerintah kelurahan juga diharapkan dapat berperan aktif dalam menyampaikan informasi resmi kepada masyarakat dan mendukung pelaksanaan ketentuan yang telah ditetapkan oleh pihak berwenang.

Dengan adanya koordinasi ini, pelaksanaan monitoring pendistribusian BBM di wilayah Kecamatan Buleleng diharapkan dapat berlangsung secara optimal dengan mengedepankan keamanan, ketertiban, dan kelancaran pelayanan kepada masyarakat.