#(0362) 21424
banjarjawa2020@gmail.com
Kelurahan Banjar Jawa

APARATUR KELURAHAN BANJAR JAWA HADIRI DEKRANASDA BALI FASHION ROADSHOW “WASTRA HITAKARA” DI SINGARAJA

Admin kelurahanbanjarjawa | 08 Oktober 2026 | 8 kali

Banjar Jawa (08/10/2026) – Lurah Banjar Jawa, Nyoman Artadana, S.Akun., bersama jajaran aparatur Kelurahan Banjar Jawa menghadiri kegiatan Dekranasda Bali Fashion Roadshow bertema “Wastra Hitakara” yang berlangsung di Gedung Kesenian Gde Manik, Singaraja, pada Kamis, 8 Oktober 2026.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali tersebut dibuka secara resmi oleh Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster. Acara ini turut dihadiri oleh Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna, Ketua Dekranasda Kabupaten Buleleng Ny. Ida Ayu Wardhany Sutjidra beserta jajaran pengurus, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), serta undangan lainnya.

Adapun jajaran pejabat dan aparatur Kelurahan Banjar Jawa meliputi Lurah Banjar Jawa Nyoman Artadana, S.Akun.; Sekretaris Kelurahan Ni Luh Putu Sri Wahyuni, S.M.; Kasi Pemerintahan Pande Made Widiarnawa, S.AP.; Kasi Pembangunan dan Kesejahteraan Sosial Ni Luh Eni Sri Wahyuni, A.Ma.; serta Kasi Pelayanan Umum Ni Made Trisnawati. Jajaran Kepala Lingkungan yang turut dicantumkan yaitu Kaling Kalibaru Gede Putu Sudaya, Kaling I I Nyoman Agus Sudarma Artha, S.E., dan Kaling II I Putu Sidiartha.

Dalam sambutannya, Ketua Dekranasda Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster menegaskan komitmen untuk terus mendorong pengembangan ekosistem kriya dan busana daerah melalui tiga pilar kegiatan, yakni Bali Fashion Day, Bali Fashion Week, dan Bali Fashion Roadshow ke kabupaten/kota. Upaya tersebut diharapkan dapat membuka ruang bagi para desainer, perajin, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta model lokal untuk mengembangkan potensi dan kreativitasnya.

Sementara itu, Ketua Dekranasda Kabupaten Buleleng Ny. Ida Ayu Wardhany Sutjidra menyampaikan bahwa kain endek bukan sekadar bahan busana, melainkan warisan budaya yang memiliki nilai filosofis dan identitas tersendiri bagi masyarakat Bali. Oleh karena itu, pembinaan terhadap perajin dan pelaku UMKM perlu terus diperkuat agar produk kerajinan lokal semakin berkualitas dan mampu menjangkau pasar yang lebih luas.

Lurah Banjar Jawa, Nyoman Artadana, S.Akun., menyampaikan bahwa kegiatan Dekranasda Bali Fashion Roadshow merupakan kesempatan untuk mengenal lebih jauh potensi wastra dan kerajinan tradisional Bali sebagai bagian dari kekayaan budaya daerah.

Beliau juga menekankan pentingnya menjaga dan melestarikan warisan budaya Bali melalui dukungan terhadap kreativitas masyarakat, sekaligus mendorong agar potensi budaya dapat memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah.

“Wastra Bali merupakan bagian dari identitas dan warisan budaya yang harus kita jaga bersama. Melalui kegiatan seperti ini, kita dapat melihat bagaimana kain tradisional dikembangkan menjadi karya yang kreatif dan bernilai ekonomi. Harapannya, potensi budaya lokal dapat terus dilestarikan serta menjadi peluang bagi tumbuhnya industri kreatif dan UMKM di Kabupaten Buleleng,” demikian draf tanggapan Lurah Banjar Jawa.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan peragaan busana yang menampilkan karya enam desainer asal Denpasar dan Buleleng. Berbagai rancangan busana tersebut memperlihatkan kreativitas dalam mengolah kain tenun dan wastra Bali menjadi busana yang memadukan nilai tradisional dengan sentuhan modern.

Melalui kegiatan ini, pelestarian wastra Bali diharapkan tidak hanya menjadi upaya menjaga warisan budaya, tetapi juga mampu memperkuat sektor ekonomi kreatif melalui kolaborasi antara pemerintah, desainer, perajin, pelaku UMKM, dan sektor pariwisata.

Keikutsertaan aparatur Kelurahan Banjar Jawa dalam kegiatan ini diharapkan dapat menambah wawasan mengenai pengembangan potensi budaya lokal serta memperkuat dukungan terhadap pelestarian warisan budaya Bali dan pengembangan ekonomi kreatif di Kabupaten Buleleng.