#(0362) 21424
banjarjawa2020@gmail.com
Kelurahan Banjar Jawa

TIGA PILAR BANJAR JAWA BERSAMA WAMENAG RI DR. ROMO H.R. MUHAMMAD SYAFI’I, S.H., M.HUM. PADATI LANGGAR KERAMAT, PERKUAT NILAI TOLERANSI DI BULELENG

Admin kelurahanbanjarjawa | 24 April 2026 | 200 kali

Banjar Jawa (24/04/2026) – Tiga Pilar Kelurahan Banjar Jawa bersama perangkat Banjar Adat Banjar Jawa dan jajaran Pemerintahan Kabupaten Buleleng turut hadir mendampingi Wakil Menteri Agama Republik Indonesia, H. R. Muhammad Syafi'i, dalam kunjungannya ke situs Langgar Keramat (Musholla Keramat) di Kelurahan Banjar Jawa, Kecamatan Buleleng, Bali.

Kehadiran Wamenag RI di Bali Utara ini merupakan bagian dari rangkaian kunjungannya ke Kabupaten Buleleng setelah sebelumnya mengisi kegiatan Latihan Kader II (Intermediate Training) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Singaraja dengan tema “Intelegensia HMI, Ikhtiar Membangun Keadilan Sosial dan Ekonomi sebagai Transformasi Menuju Indonesia Maju”.

Kunjungan tersebut juga dirangkaikan dengan kegiatan silaturahmi dan ramah tamah bersama keluarga besar almarhum Bapak Semaun yang memiliki keterkaitan erat dengan sejarah I Gusti Panji Sakti. Diketahui, pasca penaklukan Kerajaan Blambangan oleh beliau, Raja Mataram menghadiahkan seekor gajah beserta tiga orang pengembala beragama Islam. Salah satu pengembala tersebut kemudian menetap di Banjar Jawa dan menjadi cikal bakal berkembangnya umat Muslim di wilayah tersebut.

Sebagai bukti sejarah yang masih terjaga hingga saat ini, terdapat Musholla Kuno AK Maun Keramat Banjar Jawa serta makam keramat yang diyakini sebagai tempat peristirahatan salah satu pengembala gajah pada masa I Gusti Panji Sakti.

Dalam sambutannya, Wamenag RI menyampaikan apresiasi dan kekagumannya terhadap kehidupan masyarakat Buleleng yang mampu menjaga moderasi beragama secara kultural.

“Ini dibuktikan, dalam catatan saya tidak pernah ada gesekan agama di Kabupaten Buleleng,” tegasnya.

Ia juga menambahkan bahwa semua agama memiliki nilai dasar yang sama, sehingga penting untuk menjaga keharmonisan serta menghindari potensi konflik, termasuk yang dipicu oleh kepentingan politik berbasis agama.

“Semoga dengan moderasi agama yang baik dan semangat toleransi yang tinggi akan tetap menjaga persatuan dan keutuhan masyarakat di Buleleng, Bali,” pungkasnya.

Sebelum peresmian prasasti Musholla Keramat Banjar Jawa, kegiatan juga diisi dengan dialog bersama masyarakat dan para pemangku kepentingan. Salah satu tokoh yang hadir, Ketut Putra Sedana, menyampaikan bahwa kerukunan antara nyama selam (umat Muslim) dan nyama Hindu di Buleleng telah terjalin dengan sangat baik berkat kuatnya ikatan historis dan kultural masyarakat.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut berbagai unsur penting, di antaranya tokoh masyarakat, pemuka agama, perwakilan organisasi keagamaan seperti Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Buleleng, jajaran Kementerian Agama, organisasi kemasyarakatan, serta pemerintah daerah setempat.

Kegiatan berlangsung dengan khidmat dan penuh kebersamaan, serta menjadi momentum penting dalam memperkuat nilai-nilai toleransi, sejarah, dan persatuan di tengah keberagaman masyarakat Kabupaten Buleleng.