Banjar Jawa (19/03/2025) – Staf Kantor
Lurah Kelurahan Banjar Jawa mengikuti kegiatan sosialisasi yang diselenggarakan
oleh Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Buleleng pada hari Rabu, 19 Maret 2025.
Kegiatan sosialisasi yang bertemakan "Melestarikan Warisan Budaya:
Pengembangan, Pengolahan, dan Alih Media Naskah Kuno Milik Masyarakat" ini
bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat mengenai
pentingnya melestarikan naskah-naskah kuno yang merupakan bagian dari warisan
budaya daerah.
Acara sosialisasi
ini diadakan di Ruang Rapat Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Buleleng dan dihadiri oleh sejumlah perwakilan dari
instansi pemerintah, termasuk staf kantor kelurahan se-Kabupaten Buleleng.
Dalam kegiatan ini, para peserta diberikan pemahaman mengenai cara pengembangan
dan pengolahan naskah kuno yang dimiliki oleh masyarakat, serta pentingnya alih
media untuk menjaga keberlanjutan informasi yang terkandung dalam naskah-naskah
tersebut.
Kepala Dinas Arsip
dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Buleleng, Made Era Oktarini, S.TP.,MM, dalam sambutannya mengungkapkan, "Naskah kuno
memiliki nilai sejarah yang sangat penting bagi masyarakat kita. Dengan
pengolahan yang tepat dan alih media, kita bisa memastikan bahwa warisan budaya
ini tidak hilang dan tetap bisa diakses oleh generasi mendatang."
Staf Kantor Lurah
Kelurahan Banjar Jawa, yang turut serta dalam sosialisasi ini, merasa kegiatan
ini sangat bermanfaat untuk menambah wawasan dan keterampilan dalam
melestarikan warisan budaya lokal. I Ketut Sudiana, salah satu staf yang hadir, menyatakan, "Sosialisasi ini membuka
pandangan kami tentang betapa pentingnya menjaga dan mengelola naskah-naskah
kuno yang ada di masyarakat. Kami berharap, ilmu yang kami peroleh dapat
diterapkan di kelurahan dan mendorong masyarakat untuk lebih peduli terhadap
pelestarian warisan budaya."
Selain materi
mengenai alih media naskah kuno, dalam kegiatan ini juga dibahas tentang
teknik-teknik penyimpanan yang aman dan cara merawat naskah-naskah kuno agar
tidak rusak. Para peserta diajak untuk bersama-sama berperan aktif dalam
melestarikan warisan budaya daerah, baik melalui upaya pengolahan fisik naskah
maupun digitalisasi untuk memudahkan akses dan penyebaran informasi.
Kegiatan ini
diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran yang lebih luas di masyarakat mengenai
pentingnya melestarikan warisan budaya yang ada di sekitar kita, serta
memberikan contoh bagi instansi pemerintahan lainnya dalam pengelolaan
naskah-naskah kuno yang dimiliki.