#(0362) 21424
banjarjawa2020@gmail.com
Kelurahan Banjar Jawa

TIGA PILAR KELURAHAN BANJAR JAWA HADIRI DAN DAMPINGI KEGIATAN BULAN BAHASA BALI DI SDN 5 BANJAR JAWA

Admin kelurahanbanjarjawa | 25 Februari 2026 | 220 kali

Banjar Jawa (25/02/2026) – Dalam rangka menyemarakkan Bulan Bahasa Bali, Tiga Pilar Kelurahan Banjar Jawa melaksanakan pendampingan kegiatan pembelajaran Bahasa Bali di SDN 5 Banjar Jawa yang diikuti oleh siswa Kelas IV.

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Babinsa Kelurahan Banjar Jawa Serda I Made Sastrawan bersama Bhabinkamtibmas Kelurahan Banjar Jawa Aipda Dewa Putu Eka Atiawan, S.H., serta Lurah Banjar Jawa Nyoman Artadana, S.Akun. (Tiga Pilar Kelurahan Banjar Jawa), didampingi Kepala Lingkungan Gama Putu Pasek Widiana.

Materi pembelajaran disampaikan oleh Penyuluh Bahasa Bali Kelurahan Banjar Jawa, Nyoman Sujana, S.Pd., dengan fokus pada penuntunan nyurat (menulis) Aksara Bali sebagai bagian dari implementasi program Bulan Bahasa Bali.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut:

1.    Kepala Sekolah SDN 5 Banjar Jawa, Wayan Somanada, S.Pd., M.Pd.

2.    Lurah Banjar Jawa, Nyoman Artadana, S.Akun

3.    Babinsa dan Bhabinkamtibmas Kelurahan Banjar Jawa

4.    Penyuluh Bahasa Bali Kelurahan Banjar Jawa, Nyoman Sujana, S.Pd.

5.    Kepala Lingkungan Gama Putu Pasek Widiana

6.    Para Guru

7.    Para siswa Kelas IV SDN 5 Banjar Jawa

Adapun rangkaian kegiatan diawali dengan ucapan selamat datang oleh Kepala Sekolah, dilanjutkan dengan pemaparan kegiatan oleh Penyuluh Bahasa Bali, penyampaian motivasi oleh Lurah Banjar Jawa bersama Babinsa dan Bhabinkamtibmas, peninjauan proses pembelajaran Bahasa Bali di kelas, serta peninjauan lingkungan sekolah.

Dalam kesempatan tersebut, Tiga Pilar Kelurahan Banjar Jawa memberikan motivasi kepada para siswa agar semakin mencintai Bahasa Bali, menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari, serta membiasakan penggunaan Bahasa Bali halus baik di lingkungan sekolah maupun di keluarga.

Lurah Banjar Jawa, Nyoman Artadana, S.Akun., menyampaikan bahwa pelestarian Bahasa Bali harus dimulai sejak usia dini. “Melalui kegiatan Bulan Bahasa Bali ini, kami berharap anak-anak tidak hanya mampu menulis dan membaca aksara Bali, tetapi juga memahami dan mencintai sastra Bali sebagai bagian dari jati diri budaya,” ujarnya.

Diharapkan dengan adanya program penuntunan nyurat Bahasa Bali dalam rangka Bulan Bahasa Bali ini, para siswa dapat meningkatkan kemampuan membaca dan menulis sastra Bali serta turut berperan aktif dalam melestarikan bahasa daerah sebagai warisan budaya.