Banjar Jawa (05/02/2026) – Plt. Lurah Banjar Jawa Ni Made Trisnawati menghadiri kegiatan Bulan Bahasa Bali VIII Tahun 2026
yang diselenggarakan oleh Desa Adat Buleleng dengan menggelar Lomba Nyurat
Aksara Bali dan Lomba Pidato Bahasa Bali, bertempat di Wantilan Kantor Desa
Adat Buleleng.
Kegiatan ini merupakan wujud komitmen Desa Adat
Buleleng dalam melestarikan bahasa, aksara, dan sastra Bali. Dalam rangka
menyemarakkan Bulan Bahasa Bali ke-VIII Tahun 2026, lomba tersebut mengusung
tema Bulan Bahasa Bali yang menitikberatkan pada keseimbangan alam sebagai
bagian dari nilai-nilai kearifan lokal Bali.
Kelian Desa Adat Buleleng, I Nyoman Sutrisna, dalam
sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan lomba ini merupakan rangkaian resmi
Bulan Bahasa Bali yang dilaksanakan sesuai arahan Dinas Pemajuan Masyarakat
Desa Adat (PMDA) Provinsi Bali, dengan menggunakan anggaran yang bersumber dari
Dana BKK Provinsi Bali. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya pembinaan
berkelanjutan di lingkungan Desa Adat, khususnya dalam meningkatkan pemahaman
dan kecintaan generasi muda terhadap bahasa dan aksara Bali.
Lebih lanjut disampaikan bahwa dalam pelaksanaannya,
Desa Adat Buleleng menggandeng penyuluh Bahasa Bali guna memberikan pembinaan
serta memastikan kualitas pelaksanaan lomba berjalan dengan baik dan sesuai
kaidah.
Plt. Lurah Banjar Jawa dalam kesempatan tersebut
menyampaikan apresiasi dan dukungannya terhadap kegiatan yang dilaksanakan oleh
Desa Adat Buleleng. Menurutnya, pelestarian bahasa, aksara, dan sastra Bali
merupakan tanggung jawab bersama, baik pemerintah, desa adat, maupun seluruh
elemen masyarakat.
“Kegiatan seperti ini sangat positif dalam menumbuhkan
rasa bangga generasi muda terhadap bahasa dan aksara Bali. Kami dari Kelurahan
Banjar Jawa tentu sangat mendukung upaya pelestarian budaya yang menjadi
identitas kita bersama, terlebih dengan mengangkat tema keseimbangan alam yang
sejalan dengan nilai-nilai kearifan lokal Bali,” ujar Plt. Lurah Banjar Jawa.
Acara berlangsung dengan
tertib dan penuh antusiasme dari para peserta serta masyarakat yang hadir.
Diharapkan melalui kegiatan Bulan Bahasa Bali ini, semangat pelestarian bahasa
dan aksara Bali semakin kuat serta mampu diwariskan secara berkelanjutan kepada
generasi mendatang.