#(0362) 21424
banjarjawa2020@gmail.com
Kelurahan Banjar Jawa

KASI PEMBANGUNAN DAN KESEJAHTERAAN SOSIAL KELURAHAN BANJAR JAWA HADIRI MINI LOKAKARYA KECAMATAN BULELENG

Admin kelurahanbanjarjawa | 07 November 2025 | 168 kali

Banjar Jawa (07/11/2025) - Kepala Seksi Pembangunan dan Kesejahteraan Sosial Kelurahan Banjar Jawa Ni Luh Eni Sri Wahyuni, A.Ma menghadiri kegiatan Mini Lokakarya Kecamatan yang berlangsung di Aula Ruang Rapat Kantor Camat Buleleng. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai forum koordinasi dan evaluasi program lintas sektor di wilayah Kecamatan Buleleng.

Pada kegiatan tersebut, mewakili Camat Buleleng, Kepala Seksi Sosial dan Budaya Kecamatan Buleleng, Ni Ketut Suryaniti, M.Si, hadir sekaligus membuka secara resmi kegiatan Mini Lokakarya Kecamatan. Mini lokakarya ini merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap triwulan.

Kegiatan Mini Lokakarya Kecamatan ini turut dihadiri oleh Ketua Majelis Desa Adat (MDA) Kecamatan Buleleng, Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Desa/Kelurahan se-Kecamatan Buleleng, Ketua TP PKK Kecamatan Buleleng, Satgas Teknis/PLKB, serta Koordinator PLKB Kecamatan Buleleng.

Dalam laporannya disampaikan bahwa Mini Lokakarya Kecamatan kali ini merupakan pertemuan terakhir di tahun 2025, yang difokuskan pada evaluasi pelaksanaan program percepatan penurunan stunting di wilayah Kecamatan Buleleng. Berdasarkan data yang dihimpun sejak Januari hingga September 2025, angka stunting mengalami peningkatan, dari 2,16 persen pada Juli, meningkat menjadi 4,26 persen pada Agustus, dan kembali naik menjadi 4,32 persen pada September 2025.

Peningkatan angka stunting tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain meningkatnya jumlah balita yang hadir ke posyandu pada bulan Agustus seiring dengan pelaksanaan pemberian vitamin A dan obat cacing, sehingga data balita yang diperiksa bertambah signifikan. Selain itu, banyak kasus stunting ditemukan pada balita yang lahir prematur, ibu hamil di bawah umur, serta pola asuh yang kurang optimal akibat orang tua bekerja. Faktor lainnya adalah adanya kesalahan teknis dalam pengukuran antropometri, baik karena kerusakan alat maupun human error dari kader posyandu.

Menanggapi hal tersebut, pihak Kecamatan Buleleng bersama TPPS, bidan desa, dan PLKB akan terus melakukan tindak lanjut serta validasi data, guna memastikan data stunting yang dihasilkan benar-benar akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.

Pada akhir kegiatan, juga disampaikan rencana tindak lanjut oleh TPPS desa/kelurahan bersama bidan, ahli gizi, serta pendamping PLKB di masing-masing wilayah secara berkelanjutan. Tindak lanjut ini difokuskan pada penguatan upaya nyata dalam percepatan penurunan angka stunting, dengan mengacu pada Basis Data Nominal Balita (BNBA) di setiap desa dan kelurahan.

Melalui pelaksanaan Mini Lokakarya Kecamatan ini, diharapkan seluruh pihak dapat terus meningkatkan sinergi dan komitmen bersama dalam menekan angka stunting di wilayah Kecamatan Buleleng. Para peserta juga berharap agar Camat Buleleng dapat melakukan peninjauan langsung ke lapangan terhadap kondisi balita stunting sebagai bentuk dukungan dan motivasi bagi petugas serta kader di desa dan kelurahan.